LAPORAN RESMI RAKTIKUM
KIMIA DASAR
Disusun Oleh:
NAMA :
Emrizad Julius Ginting
N.I.M : 13 / 15484 / BP
KELAS : SPKS H
JURUSAN : Budidaya Pertanian
KELOMPOK : II (Dua)
ACARA I : Penentuan Angka Peroksida
CO.ASS : Mhd.Yefriman Mutoharoh
INSTITUT PERTANIAN STIPER
YOGYAKARTA
2013
I.
ACARA II : Penentuan
Angka Peroksida
II.
TANGGAL : 18 Oktober 2013
III.
TUJUAN : Untuk menentukan angka peroksida dan untuk melihat
tingkat kerusakan minyak
IV.
DASAR TEORI
Angka peroksida adalah indeks jumlah lemak
atau minyak yang telah mengalami
oksidasi dan mengidentifikasi tingkat oksidasi minyak. Kerusakan lemak atau
minyak yang utama adalah karena adanya peristiwa oksidasi dan hidrolitik,baik
secara enzimatik maupun non enzimatik. Diantara kerusakan minyak yang mungkin
terjadi ternyata kerusakan disebabkan autoksidasi yang paling besar pengaruhnya
terhadap cita rasa. Hasil dari oksidasi lemak antara lain peroksida,asam
lemak,aldehid dan keton. Minyak yang mengandung asam lemak tidak jenuh dapat
teroksidasi olek oksigen dan menghasilkan suatu senyawa seperti asam
lemak,aldehida dan keton. Bau tengik atau ransid yang ada pada minyak terutama
disebabkan oleh aldehid dan keton. .Untuk mengetahui tingkat kerusakan minyak
dapat dinyatakan sebagai angka peroksida atau asam thiobarbiturat(TBA). Angka
peroksida dapat ditentukan dengan metode titrasi iodin yaitu dengan melarutkan
sejumlah munyak kedalam campuran asam asetat khloroform (3:2) yang mengandung
KI maka akan terjadi pelepasan iod (I2).
Pada dasarnya
angka peroksida ialah mengukur kadar peroksida dan hipoperoksida yang
ada pada minyak goreng. Angka peroksida yang tinggi menunjukkan lemak dan
minyak yang telah mengalami oksidasi dan tentunya mempengaruhi kualitas dan
cita rasa minyak goreng tersebut,sedangkan angka peroksida yang kecil bisa
menunjukkan kualitas minyak goreng yang bagus namun belum tentu mengindikasikan
belum terjadinya oksidasi yang sedikit. Angka peroksida yang kecil disebabkan laju pembentukan peroksida
baru lebih kecil daripada degradasinya menjadi suatu senyawa lain,disebabkan
peroksida cepat mengalami degradasi dan bereaksi dengan zat lain.
Oksidasi pada minyak
goreng oleh oksigen terjadi secara spontan jika minyak goreng dibiarkan kontak
dengan udara,sedangkan kecepatan proses oksidasinya bergantung terhadap tipe
minyak goreng dan penyimpanannya. Minyak goreng yang terdistribusi tanpa
kemasan berpeluang mendapatkan paparan okigen,cahaya dan suhu yang tinggi
sehingga memacu terjadinya peristiwa oksidasi. Penggunan suhu yang tinggi dalam
penggorengan juga menyebabkan terjadinya proses oksidasi,hal ini karena
kecepatan oksidasi pada minyak goreng atau bahan berlemak lainnya akan
bertambah dengan adanya kenaikan suhu dan sebaliknya berkurang pada suhu yang rendah. Peroksida dapat
menimbulkan bau tengik dan flavor pada minyak goreng. Jika angka peroksida
melebihi 100 meq/kg maka minyak goreng tersebut menjadi beracun dan bau yang
tidak sedap. Minyak goreng sebaiknya tidak digunaka lebih dari 4 kali karena
minyak goreng yang telah digunakan berulang-ulang mendapatkan suhu yang tinggi
pada penggorengan dan kontak langsung dengan oksigen sehingga mempercepat
terjadinya peristiwa oksidasi minyak goreng tersebut. Di Indonesia berdasarkan
Standar Nasional Indonesia,standar mutu kadar peroksida yang diperbolehkan
adalah maksimal 2 meq/kg. Kerusakan
minyak akibat oksidasi dapat menyebabkan
keracunan dan penyakit seperti pengendapan lemak dalam pembuluh darah artero
sclerosis),kanker dan lain-lain.
V. ALAT
DAN BAHAN
A.
Alat
1. Timbangan analit : 1 buah
2. Erlenmeyer : 1 buah
3. Buret dan statif : 1 buah
B.
Bahan
1. Larutan
Na2S2O3
2.
Minyak goreng sawit
3.
Aquadest
4.
Larutan asam asetat-khloroform(3:2)
5. Pati 1%
6. KI
VI. CARA
KERJA
1. Menimbang bahan sebanyak 5,00 ± 0,05 gr contoh
dala Erlenmeyer bertutup dan ditambahkan 30 ml
larutan asam asetat-khlorform(3:2)
2. Menggoyangkan larutan sampai bahan terlarut
semua dan ditambahkan 0,5 ml larutan jenuh KI
3. Mendiamkan selama 1 menit dengan kadangkala
digoyang kemudian ditambahkan 30 ml aquadest
4. Mentitrasi dengan 0,1 N Na2S2O3 sampai warna
kuning hampir hilang dan ditambahkan 0,5 ml larutan pati 1% dilanjutkan dengan
titrasi sampai warna biru mulai hilang
5. Menyatakan angka peroksida mill-equivalen dari
peroksida dala setiap 100 gr contoh.
VII.HASIL PENGAMATAN
|
No
|
Ulangan
|
mlNa2S2O3
|
Perubahan
warna
|
Angka
Peroksida
|
||
|
awal
|
titrasi
I
|
titrasi
II
|
||||
|
1
|
1
|
3
ml
|
kuning
|
bening
|
bening
|
0,06
meq/kg
|
|
2
|
2
|
2
ml
|
kuning
|
bening
|
bening
|
0,04
meq/kg
|
|
3
|
3
|
2
ml
|
kuning
|
bening
|
bening
|
0,04
meq/kg
|
Perhitungan:
Angka peroksida =
Angka Peroksida
Ulangan 1 =
=
= 0,06 meq/kg
Angka Peroksida Ulangan 2 =
=
= 0,04 meq/kg
Angka Peroksida Ulangan 3 =
=
= 0,04
meq/kg
VII. PEMBAHASAN
Dalam acara pratikum 3 ini membahas tentang cara
penentuan angka peroksida pada minyak kelapa sawit. Metode yang digunakan
pada paraktikum kali ini adalah metode titrasi iodin yang bertujuan untuk mengetahui tingkat
kerusakan minyak yang dinyatakan dengan angka peroksida. Metode titrasi iodin
dilakukan dengan cara melarutkan sebanyak 5,00 ± 0,05
gr sampel minyak goreng yang ditambahkan 30 ml larutan asam asetat-khloroform
(3:2) . Setelah larut ditambahkan 0,5 ml
larutan jenuh KI dan didiamkan 1 menit . Lalu sampel minyak goreng tersebut
dititrasi dengan 0,1 Na2S203 .Titik
akhir titrasi ditandai dengan warna kuning pada minyak goreng yang digunakan
dan akan menjadi berubah warna bening. Setelah itu ditambahkan lagi 0,5 ml
larutan pati 1% pada sampel minyak goreng
itu sehingga sampel minyak goreng yang tadinya berwarna bening berubah
menjadi warna biru. Lalu sampel minyak
goreng tersebut dititrasi kembali menggunakan Na2S203. Titrasi dihentikan saat warna biru pada sampel
minyak hilang dan sampel minyak goreng
menjadi berwarna bening.
Pada saat percobaan
yang dilakukan oleh 3 kelompok
didapatkan hasil angka peroksida yang berbeda-beda. Dari ulangan 1 dengan ml Na2S203
sebanyak 3 ml didapatkan angka peroksida sebanyak 0,06 meq/kg,ulangan 2 dengan
jumlah ml Na2S203 sebanyak 2 ml mendapatkan angka peroksida sebesar 0,04 meq/kg,ulangan
3 dengan ml Na2S203 sebanyak 2 ml juga mendapatkan hasil angka peroksida sebesar 0,04
meq/kg. Tiap kelompok mendapatkan hasil angka peroksida yang berbeda-beda pada
sampel minyak gorengnya.Hal ini dipengaruhi perbedaan volume Na2S203 yang digunakan untuk
mentitrasi minyak goreng dan kulaitas minyak goreng yg digunakan sebagai sampel
percobaan. Setelah percobaan telah selesai maka dilakukan perhitungan
berdasarkan rumus kalkulasi dengan
menggunakan data banyaknya volume Na2S203 dan berat sampel yang digunakan percobaan
tersebut.
Dari hasil
pengamatan yang telah dilakukan , semakin kecil angka peroksida pada sampel
minyak goreng yang didapat,maka semakin kecil tingkat kerusakan minyak goreng
tersebut dan angka peroksida ini menjadi indikator bahwa kualitas minyak goreng
tersebut bagus .Kecilnya angka peroksida pada sampel minyak goreng disebabkan
belum terjadinya peristiwa oksidasi yang cukup banyak pada minyak goreng
tersebut sehingga belum terciptanya hasil oksidasi seperti peroksida,asam lemak,aldehida,
dan keton yang dapat mempengaruhi kualitas dan cita rasa minyak goreng. Efek
negatif hasil oksidasi yang dapat mempengaruhi kualitas minyak goreng antara
lain menyebabkan bau tengik dan cita rasa minyak goreng menurun.
VII. KESIMPULAN
Dari hasil
praktikum yang telah dilaksanakan tersebut, maka dapat diambil beberapa
kesimpulan sebagai berikut :
1.Angka peroksida sangat penting untuk identifikasi tingkat oksidasi minyak.
2.Hasil dari oksidasi lemak antara lain peroksida,asam
lemak,aldehid dan keton.
3.Minyak yang mengandung asam-asam lemak tidak jenuh dapat teroksidasi
oleh oksigen yang menghasilkan suatu senyawa peroksida.
4.Perhitungan angka peroksida diketahui melalui
rumus ini :
=
5.
Jadi
kita dapat mengetahui kualitas Minyak goreng yang bagus melalui pratikum ini.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim,2013, Panduan Praktikum
Kimia Dasar, Fakultas Pertanian Instiper: Yogyakarta.
http://sistinurrahmah.blogspot.com/2013/05/penentuan-angka-peroksida-pada- minyak.html
jam akses 00:56 WIB tanggal akses
20 oktober 2013
http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-kesehatan/-penentuan angka peroksida/sifat-sifat-alkohol/ jam akses 00:40 WIB tanggal akses 20oktober 2013
Mengetahui,
Yogyakarta, 09 Oktober 2013
Co . Ass praktikan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar