LAPORAN RESMI PRAKTIKUM
KIMIA DASAR
Disusun
Oleh :
NAMA : Emrizad Julius G
NIM :
13 / 15484 / BP
KELAS : SPKS H
JURUSAN :
Budidaya Pertanian
KELOMPOK : II ( Dua )
ACARA I I : Penentuan Asam Lemak Bebas
Co.Ass : Mhd. Yefriman Mutoharoh
INSTITUT PERTANIAN STIPER
YOGYAKARTA
2013
I.
ACARA II :
Penentuan Asam
Lemak Bebas
II. TANGGAL :
11
Oktober
2013
III. TUJUAN : Untuk Mengetahui Cara Penentuan Asam Lemak Bebas Minyak.
IV.
DASAR TEORI
Asam lemak bebas merupakan asam lemak yang berada sebagai asam bebas tidak terikat sebagai
trigliserida. Asam lemak bebas dihasilkan oleh proses hidrolisis dan oksidasi
biasanya bergabung dengan lemak netral. Hasil reaksi hidrolisa minyak sawit
adalah gliserol dan ALB. Reaksi ini akan dipercepat dengan adanya faktor-faktor
panas, air, keasaman, dan katalis (enzim). Semakin lama reaksi ini berlangsung,
maka semakin banyak kadar ALB yang terbentuk Asam lemak bebas dalam kosentrasi
tinggi yang terikut dalam minyak sawit sangat merugikan.
Tingginya asam lemak bebas ini mengakibatkan rendemen minyak turun.
Untuk itulah perlu dilakukan usaha pencegahan terbentuknya asam lemak bebas
dalam minyak sawit. Kenaikan asam lemak bebas ditentukan mulai dari tandan dipanen
sampai tandan diolah di pabrik. Kenaikan ALB ini disebabkan adanya reaksi
hidrolisa pada minyak . Asam lemak bebas terbentuk karena proses oksidasi, dan
hidrolisa enzim selama pengolahan dan penyimpanan. Dalam bahan pangan, asam
lemak dengan kadar lebih besar dari berat lemak akan mengakibatkan rasa yang
tidak diinginkan dan kadang-kadang dapat meracuni tubuh. Timbulnya racun dalam
minyak yang dipanaskan telah banyak dipelajari. Bila lemak tersebut diberikan
pada ternak atau diinjeksikan kedalam darah, akan timbul gejala diare,
kelambatan pertumbuhan, pembesaran organ, kanker, kontrol tak sempurna pada
pusat saraf dan mempersingkat umur.
Alkohol umumnya berwujud cair dan memiliki sifat mudah menguap
(volatil) tergantung pada panjang rantai karbon utamanya (semakin pendek rantai
C, semakin volatil). Kelarutan alkohol dalam air semakin rendah seiring
bertambah panjangnya rantai hidrokarbon.
Hal ini disebabkan karena alkohol memiliki gugus OH yang bersifat
polar dan gugus alkil (R) yang bersifat nonpolar, sehingga makin panjang gugus
alkil makin berkurang kepolarannya.
Indikator PP (phenolphtealin) adalah Indikator asam-basa yang
digunakan dalam titrasi asidimetri dan alkalimetri. Indikator ini bekerja
karena perubahan pH larutan. Indikator ini merupakan senyawa organik yang
bersifat asam atau basa, yang dalam daerah pH tertentu akan berubah warnanya. Indikator
Phenol phtalein dibuat dengan cara kondensasi anhidrida ftalein (asam ftalat)
dengan fenol.
Natrium hidroksida (NaOH), juga dikenal sebagai soda kaustik atau sodium
hidroksida, adalah sejenis basa logam
kaustik. Natrium hidroksida terbentuk dari oksida basa Natrium
oksida dilarutkan dalam air. Natrium hidroksida membentuk larutan alkalin yang kuat ketika
dilarutkan ke dalam air. NaOH digunakan di berbagai macam bidang industri,
kebanyakan digunakan sebagai basa dalam proses produksi bubur kayu
dan kertas,
tekstil,
air minum, sabun dan deterjen.
V. ALAT
DAN BAHAN
A.
Alat
1.
Timbangan analisis : 1 Buah
2.
Erlenmeyer 250 ml : 1 Buah
3.
Buret : 1 Buah
4.
Gelas
beker 250 ml / Gelas Piala : 1 Buah
5.
Statif : 1 Buah
6.
Corong : 1 Buah
B. Bahan
1.
CPO : 2,5 gr
2.
Indikator pp :
3 tetes
3.
N Hexane : 25 ml
4.
NaOH 0,1 ml : secukupnya
VI. CARA KERJA
1. Masukan CPO sebanyak 2 gr ke dalam
Erlenmeyer
2. Menambahkan larutan D-hexadine sebanyak 20 mL
3. Menambahkan indikator pp sebanyak 3 tetes
4. menitrasi dengan NaOH
5. Memasukan NaOH kedalam baret secukupnya
6. melakukan proses titrasi
7. Melakukan perhitungan kadar ALB
VII. HASIL
PENGAMATAN
|
Ulangan
|
Sampel
|
Vo
|
Vt
|
ml NaOH (Vo-Vt)
|
Perubahan Warna
|
%FFA
|
|
|
Awal
|
Akhir
|
||||||
|
1
|
CPO
|
0
|
4
|
4
|
Kuning
|
K,kemerahan
|
5,1
|
|
2
|
CPO
|
12
|
13
|
1
|
Kuning
|
K.oren
|
1,2
|
|
3
|
CPO
|
2,3
|
10
|
7,7
|
Kuning
|
K.kemerahan
|
9,8
|
a. FFA = BM NaOH x MI NaOH x N NaOH x 100%
Berat Sempel ( Mg )
= 256 x 7,7 x 0,1 x 100 %
2000
= 9,8 %
b. FFA = BM NaOH x MI NaOH x N NaOH x 100%
Berat Sempel ( Mg )
= 256 x 1 x 0,1 x 100%
2000
=
1,28 %
c. FFA = BM NaOH x MI NaOH x N NaOH x 100%
Berat Sempel ( Mg )
= 256 x 4 x 0,1 x 100 %
2000
= 5,1 %
FFA Rata-Rata = FFA1 + FFA2 + FFA3 x 100%
3
= 5,1 + 1,28 + 9,8 x 100%
3
= 539,3 %
VIII. PEMBAHASAN
Menganalisa
ALB (Asam Lemak Bebas) / FFA di lakukan untuk mengetahui ALB yang terkandung
dalam minyak, hal ini dikarenakan bilangan asam dapat dipergunakan untuk
mengukur dan mengetahui jumlah ALB dalam suatu bahan atau sampel. Asam lemak
bebas terbentuk karena terjadinya proses hydrolisa minyak menjadi asam-asamnya.
Asam lemak bebas merupakan salah satu indikator dari mutu minyak.
Semakin
besar jumlah asam maka dapat diartikan kandungan asam lemak bebas dalam sampel
semakin tinggi, besarnya asam lemak bebas yang terkandung dalam sampel dapat
diakibatkan dari proses hidrolisis ataupun karena proses pengolahan yang kurang
baik.
Pada proses
Analisa ALB / FFA menggunakan metoda titrasi asam basa dengan menggunakan NaOH
sebagai titrant dan Indikator PP. Sampel atau bahan yang digunakan adalah minyak
goreng yang sudah lama disimpan, Petroleum Eter (PE) dan alkohol 96%.
Proses menganalisa ALB dilakukan dengan cara menimbang 1 gr minyak
goreng lama lalu dimasukkan ke dalam erlenmeyer ditambahkan dengan alkohol 96%
sebanyak 5 ml. Kemudian ditambah dengan 3,3 ml PE ke dalam erlenmeyer dan
digoyang agar semua larutan homogen. Selanjutnya memanaskan larutan tersebut
diatas kompor listrik hingga suhunya mencapai 500C. Erlenmeyer
diangkat dan didinginkan sampai suhunya 300- 350C.
Langkah terakhir yaitu menambahkan indikator PP dan mentitrasinya dengan NaOH
0,1 N hingga terjadi perubahan warna.
Dari hasil pengamatan tersebut
terjadi perubahan warna sebelum dan sesudah titrasi dilakukan, yaitu
dari kuning bening menjadi ping keruh. Pada percobaan yang telah dilakukan oleh
5 kelompok ternyata hasil Vt-Vo nya berbeda-beda. Hal ini dikarenakan pada
percobaan kurangnya unsur ketelitian praktikan pada saat menghentikan
pentitrasian larutan yang sudah berubah warna.
Adapun hasil dari menganalisa yang dilakukan ternyata kandungan asam
lemak bebas yang terdapat pada minyak goreng yang sudah lama disimpan mencapai
0,9 %. Hal ini dikarenakan penyimpanan yang terlalu lama pada minyak tersebut.
Selain penyimpanan, faktor – faktor lain yang mengakibatkan tingginya kadar ALB
suatu minyak ialah terkontaminasinya minyak tersebut oleh bakteri atau tempat
penyimpanan yang tidak steril, penutupan wadah yang tidak rapat sehingga minyak
tersebut kemasukan air, serta faktor yang paling penting diperhatikan adalah
pada saat pemanenan kelapa sawit yang merupakan penghasil CPO yang menjadi
bahan baku industri pembuatan minyak goreng yaitu penggunaan alat pemanenan
yang tidak steril ataupun sudah berkarat.
Penggunaan alkohol pada proses menganalisa ini ialah karena alkohol
merupakan suatu larutan organik yang juga bersifat sama seperti minyak yaitu
non polar. Sehingga minyak dan alkohol cepat larut. Tidak sama seperti halnya
minyak bila ditambahkan dengan air yang bersifat polar yang tidak bisa terlarut
secara homogen.
X. KESIMPULAN
Dari hasil praktikum yang telah dilaksanakan, maka dapat
diambil beberapa kesimpulan sebagai
berikut :
1. Penambahan alkohol berfungsi untuk melarutkan
minyak.
2. Titik akhir titrasi
terdapat pada saat larutan sudah berubah warna.
3. Menganalisa ALB ditujukan untuk mengetahui kadar
asam lemak bebas yang terkandung dalam minyak.
4. Kandungan
atau kadar asam lemak bebas pada CPO dapat diketahui dengan menggunakan rumus
asam lemak yaitu :
FFA = 256 ml NaOH x N NaOH x 100%
Berat x 2000
5. Penggunaan
NaOH saat proses titrasi adalah untuk menentukan kadar asam lemak bebas yang
terkandung dalam minyak kelapa.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2013. Buku Petunjuk Praktikum Kimia Dasar. Yogyakarta:INSTIPER.
http://kumalasarievhy.wordpress.com/2012/12/17/laporan-praktiku-uji-asam- lemak-bebas/ jam akses 09:36 WIB tanggal akses 15 oktober 2013
.http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-kesehatan/senyawa- hidrokarbon/sifat-sifat-alkohol/
jam akses 09:40 WIB tanggal akses 15 oktober 2013
Mengetahui, Yogyakarta,
17 Oktober 2013
Co. Ass Praktikan